Merajut Kebersamaan dalam Nampan Kemerdekaan: Tumpeng HUT RI ke-81 Desa Pacing

Foto by: DKW (dengan bantuan AI)

Semangat kemerdekaan menggelegar di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Lomba Menghias Tumpeng Tingkat Kecamatan resmi digelar dengan mengusung tema “Wujud Syukur dan Gotong Royong.” Ajang tahunan ini menjadi panggung kreasi sekaligus ajang silaturahmi antar-desa se-Kecamatan Bangsal.

Tampil menonjol sejak awal penilaian, kontingen dari Desa Pacing berhasil menyita perhatian dewan juri dan para tamu undangan. Berkat kerja keras, kreativitas, serta kebersamaan yang solid antar-kader dan warga, Desa Pacing sukses mengamankan posisi Juara 2 dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Filosofi Syukur dan Sentuhan Gotong Royong

Tumpeng kreasi Tim Desa Pacing tidak hanya unggul dari segi citra rasa dan estetika visual, tetapi juga sarat akan makna filosofis. Mengangkat tema besar yang ditentukan panitia, susunan nasi kuning dan hiasan lauk-pauk dirancang secara cermat:

Simbol Wujud Syukur: Puncak tumpeng yang menjulang tinggi melambangkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan dan keberkahan tanah air Indonesia.

Semangat Gotong Royong: Keanekaragaman lauk-pauk khas nusantara—seperti ayam bumbu, perkedel, urap-urap, hingga hiasan sayur tematik—disusun harmonis untuk menggambarkan keberagaman masyarakat Desa Pacing yang senantiasa hidup rukun dan bahu-membahu.

Proses pembuatannya pun menjadi cerminan nyata dari nilai gotong royong itu sendiri. Mulai dari persiapan bahan baku, memasak, hingga tahap garnishing akhir, seluruh proses dikerjakan bersama-sama oleh Tim Ibu-Ibu PKK dari POKJA III  dengan penuh antusiasme.

Apresiasi dan Harapan Masa Depan

Kepala Desa Pacing menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Pencapaian Juara 2 ini merupakan bukti nyata bahwa kekompakan Tim PKK Desa Pacing mampu membuahkan hasil yang manis. Kemenangan ini diharapkan tidak sekadar menjadi kebanggaan seremonial, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga Desa Pacing untuk terus menjaga tradisi kebersamaan, melestarikan budaya, serta memajukan desa di masa-masa mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *